Ads 468x60px

Featured Posts Coolbthemes

Minggu, 12 Februari 2012

Laga Adelaide-Persipura dimainkan 16 Februari

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menetapkan jadwal pertandingan play-off Liga Champions Asia (LCA) antara Adelaide United (Australia) dan Persipura Jayapura pada 16 Februari mendatang di Hindmarsh Stadium.

Jadwal pertandingan play-off Persipura ini telah diumumkan oleh situs resmi AFC, Minggu, bersama empat pertandingan lainnya di babak play-off LCA tersebut.

Pertandingan play-off lainnya adalah Pohang Steelers (Korea) melawan Chonburi Football (Thailand), Al Shabab al arabi (UEA) menghadapi Neftchi (Uzbekistan), Esteghlal (Iran) bertemu Al Ettifaq (Arab Saudi) setelah berhasil mengalahkan Zobahan (Iran) 2-0 pada 10 Februari lalu. Ketiga pertandingan ini akan berlangsung pada 18 Februari.

Hasil pertandingan play-off Liga Champion Asia antara Adelaide United dan Persipura Jayapura itu akan masuk ke grup E LCA, dimana sudah bercokol Bunyodkor (Uzbekistan) dan Gamba Osaka (Jepang) serta satu tiket diperebutkan dalam play-off antara Pohang Steelers (Korea) melawan Chonburi Football (Thailand).

Sebelumnya, berdasarkan surat AFC ke PSSI tertanggal 10 Februari, babak play-off LCA 2012 akan dilaksanakan di Hindmarsh Stadium Adelaide, pada 16 Februari 2012 pukul 19.30 waktu setempat mempertemukan Klub Adelaide United (Australia ) vs Persipura Jayapura (Indonesia).

Dengan surat yang diberikan AFC tersebut, dikutip dari situs Persipura, sudah jelas dapat dipastikan bahwa Persipura Jayapura berhak mendapatkan haknya untuk berlaga di babak play-off Liga Champions Asia (LCA). Skuad Persipura sendiri direncanakan akan bertolak ke kandang Adelaide United Australia pada 13 Februari 2012.

Sebelumnya, klub Persipura dinyatakan menang dalam keputusan sela oleh Badan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS) dalam gugatan mereka ke PSSI dan AFC, agar bisa berpartisipasi di LCA.

Namun ditambahkan dalam surat tersebut, kendati menang dan lolos, tiket klub asal Papua itu bisa saja dicabut oleh AFC, kalau keputusan akhir CAS akan berbeda dengan keputusan sela yang sebelumnya memenangkan Persipura.


Sumber : ANTARA
Reade more >>

Selasa, 31 Januari 2012

Persipura Kunjungi Panti Asuhan

Sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap sesama, Persipura Jayapura termasuk Ketua Umum Persipura bersama pengurus lainnya serta pemain Persipura mengunjungi dua panti asuhan yang ada di Kota Jayapura, Senin (30/1) kemarin. Kunjungan pertama di Panti Asuhan Pelangi 1 Abepura, disana Persipura disambut baik oleh pengurus panti asuhan serta anak-anak yang tinggal disana.

Tampak kecerian di wajah anak-anak tersebut ketika tim kebanggannya tiba di panti asuhan sehingga sambutan hangat pun terjadi dengan cara nyanyian lagu Persipura. Dalam kunjungan tersebut, Persipura memberikan bantuan sembako berupa beras, supermie, sikat gigi, odol gigi ditambah uang tunai sebesar Rp 2,5 juta.

Ester Renda selaku mewakili Panti Asuhan Pelangi 1 Abepura mengatakan, dirinya bersama seluruh anak-anak yang ada di panti asuhan sangat bangga dan gembira karena tim kebanggaan masyarakat Kota Jayapura bisa mengunjungi mereka. Bahkan Ester mengakui bahwa seluruh pengurus panti asuhan beserta anak-anak sangat mendambakan tim Persipura.

”Kami semua disini sangat favorit dengan tim Persipura meskipun kami terkadang hanya bisa nonton di televisi namun kali ini kami bisa bersalaman dan berfoto langsung. Kami tetap akan mendukung dan mendoakan tim Persipura supaya selalu sukses dalam setiap pertandingan serta bisa juara,”katanya.

Setelah Persipura mengunjungi Panti Asuhan Pelangi 1 Abepura kemudian selanjutnya Persipura juga mengunjungi Panti Asuhan Muhammadyah yang terletak di Kamp Key, Tanah Hitam. Disana Persipura juga memberikan bantuan yang sama berupa sembako.

Ketua Umum Persipura, Drs. Benhur Tommy Mano, MM mengatakan, Persipura adalah milik semua orang dan milik semua agama yang ada di Kota Jayapura serta tidak milik perorangan. Untuk itu, lewat perpuluhan dari hasil pertandingan yang Persipura lakukan mereka mengingat orang-orang yang ada di panti asuhan kemudian memberikan kepada Tuhan.

”Sebenarnya bukan saja di panti asuhan, Persipura juga memberikan bantuan kepada gereja, masjid yang ada di Kota Jayapura. Persipura peduli akan jalinan kasih sehingga kami juga memohon dukungan doa dari semua elemen masyarakat,”tandasnya. [CePos]
Reade more >>

Cedera, Boaz Absen Lawan PSPS

Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago mengatakan kapten tim "Mutiara Hitam" Boas Salossa bakal tak memperkuat timnya saat dijamu tuan rumah PSPS di Pekanbaru, Jumat (3/2).

"Boas dipastikan tak akan memperkuat tim saat kita main di Pekanbaru, karena harus menjalani pemeriksan di Rumah Sakit Gatot Subroto Jakarta untuk mengetahui seberapa parah cedera yang dialaminya," kata Jacksen di Jayapura, Selasa.

Menurut pelatih asal Brazil itu, Boas tetap akan ikut bersama tim yang bertolak menuju Jakarta pada Rabu (1/2), hanya saja tak ikut sampai laga lawan PSPS Pekanbaru.

"Tak tampilnya Boas pada prinsipnya tak terlalu mempengaruhi penampilan tim secara keseluruhan. Kita punya banyak pemain di Persipura, yang punya kualitas relatif sebanding dengan Boas, dan siap dimainkan dalam laga lawan PSPS Pekanbaru," terang Jaksen.

Dia menambahkan, saudara kandung dari Ortizan Solossa itu, tidak mengalami cedera yang serius, dan sudah bisa tampil saat Persipura bertanding melawan tuan rumah Persija Jakarta, usai laga lawan PSPS Pekanbaru.

"Kita semua berharap agar Bochy (sapaan akrab Boas), sudah bisa baik kembali dan tampil saat tim lawan Persija nanti. Akan tetapi semua itu tergantung pada perkembangan sang pemain sendiri, kita hanya bisa berharap saja," ujar Jaksen Tiago.

Boas Solossa mengalami cedera saat tim Persipura mengalahkan tamunya Sriwijaya FC dengan skor tipis 2-1, di stadion Mandala Jayapura, pekan lalu, akibat benturan dengan pemain lawan.

Bahkan, pemain yang menjadi top skor dan pemain terbaik Liga Super Indonesia musim lalu itu, harus ditandu keluar lapangan pertandingan, saat laga baru berlangsung delapan menit.

Tim Persipura sendiri saat ini berada diposisi puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia, dengan mengoleksi 23 poin, diikuti saudara mudanya Persiwa Wamena dengan 20 poin dan Sriwijaya FC di peringkat ketiga dengan 19 poin.

Sumber : Republika
Reade more >>

Selasa, 24 Januari 2012

Persipura Kalahkan Saudara Muda, Persiram

Persipura Jayapura kembali memetik tiga poin di kandang usai menundukan tamunya Persiram Raja Ampat 3-1 dalam derby Papua Indonesian Super League (ISL) yang dihelat di Stadion Mandala Jayapura, Selasa (24/1/2012).

Turun tanpa diperkuat gelandang lincah Zah Rahan, Persipura tampil kurang menggingit di awal pertandingan, dan terlihat agak kesulitan membongkar lini belakang Persiram.

Alur serangan yang dibangun Ian Kabes dan Gerald Pangkaly selalu kandas di lini kedua Persiram yang digalang Oktovianus Maniani. Justru barisan belakang tuan rumah kerap direpotkan gelandang lincah Okto.

Alur serangan Persipura baru mulai memberikan dampak kepada tim tamu setelah pemain belakang Persiram, Steven Hendambo, diusir wasit pada menit 43 setelah menerima kartu kuning kedua karena mengasari Titus Bonay.

Bermain dengan 10 pemain, konsentrasi pemain Persiram menjadi terpecah dan kemudian kebobolan oleh Boaz Solossa dua menit berselang. Sundulan Boaz menyambut umpan silang Tinus Pae dari sisi kiri gawang Persiram membawa tuan rumah unggul 1-0 hingga turun minum.

Di babak kedua, Pelatih Persipura Jacksen F Tiago membuat keputusan mengejutkan dengan menarik kapten Boaz, dan memasukkan Imanuel Padwa.

Alih-alih barupaya menambah gol, Persipura justru kebobolan melalui gol penalti Okto, setelah Bio Paulin Pierre menjatuhkan Nehemia Solossa (kakak kandung Boaz) di menit 58.

Tersentak dengan gol tersebut, Persipura meningkatkan lagi irama permainannya. Striker Albeto Goncalves berhasil membawa "Mutiara Hitam" unggul lagi setelah meneruskan bola dengan sundulan, dari tendangan bebas Gerald Pangkaly dari luar kotak penalti.

Ian Kabes memastikan kemenangan Persipura 3-1 atas tamunya di menit 88, usai meneruskan umpan Albeto Goncalves.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Persipura saat melakoni pertandingan lanjutan kontra Sriwijaya FC pada 28 Januari mendatang di Stadion Mandala Jayapura.( a2s / mrp )
Reade more >>

Senin, 05 Desember 2011

Alasan Persipura Tolak IPL

Ketua Umum tim Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, membeberkan alasan tim kebanggaan masyarakat Papua itu tak mengikuti Liga Prima Indonesia (LPI) yang diklaim PSSI sebagai kompetisi resmi, justru sebaliknya mengikuti Liga Super Indonesia (LSI).

"Ada beberapa alasan mengapa Persipura tak ikut LPI. Yang jelas kami tidak pernah memihak pada siapapun," katanya saat diskusi manajemen Persipura dengan Asosiasi Mantan Pemain Persipura (AMPP), di Jayapura, Senin (5/12).

Menurut Tomi Mano yang kesehariannya adalah Wali Kota Jayapura, pada awalnya Persipura sudah siap dan mengisi formulir untuk tampil di LPI. Namun, dengan surat resmi yang mereka kirimkan pada PSSI, mereka juga meminta syarat agar bisa ikut LPI, antara lain jumlah klub yang harus sesuai hasil kongres di Bali, yakni 18 tim saja.

Selain itu, sesuai statuta kongres PSSI di Bali juga, kubu Persipura juga minta saham klub kembali menjadi 99 persen milik klub dan satu persen milik PSSI, dan menolak aturan baru LPI, yakni saham klub 70 persen milik ketua PSSI dan 30 persen milik klub.

"Kami juga minta agar PSSI menghadirkan semua klub di Indonesia untuk duduk bersama, serta Persipura sebagai juara liga musim lalu, harus melakoni laga perdana dikandangnya, sebagai apresiasi seperti biasanya dilakukan tiap awal kompetisi," terangnya.

Akan tetapi, kata Tomi Mano menambahkan, surat resmi dari manajemen Persipura itu tak pernah ditanggapi, dan justru tiga orang petinggi PSSI, yakni Saleh Mukadar, Usman Fakaubun dan Wijaya, datang ke Jayapura dan menemuinya.

"Saat kami tanya balasan surat kami, justru keanehan dari jawaban mereka yang datang, pak Wijaya katakan ketua PSSI di Medan, dan Saleh Mukadar bilang ketua PSSI masih di Malaysia sehingga belum balas surat kami, mana yang benar, sungguh aneh," paparnya.

Baru diawal November lalu, lanjutnya, datang surat jawaban PSSI pada Persipura, yang isinya juga sangat membingungkan, sehingga dirinya mengutus sekretaris umum tim, Thamrin Sagala mengikuti pertemuan teknik LPI.

"Ternyata tetap saja 24 tim dalam kompetisi LPI. Inikan sangat merugikan tim, kompetisi yang sangat padat dan lagi, tim yang mengikuti atau ditambahkan itu, adalah masih terkena sanksi dan tak jelas alasan PSSI menggabungkannya di LPI," ketusnya.

Tomi Mano mengemukakan, Persipura akhirnya memutuskan ikut Liga Super Indonesia (LSI) yang digelar PT Badan Liga Indonesia (BLI), ketika CEO-nya, Djoko Driyono datang dan menawarkan pada manajemen, serta menyetujui semua syaratnya.

"Dan kami juga tahu kalau PT. BLI juga diakui oleh AFC untuk menggelar kompetisi di Indonesia," tegasnya.

Sementara ketua Harian Persipura Jayapura, La Siya menanggapi pernyataan salah satu pejabat di PSSI, Saleh Mukadar yang katakan LSI sebagai kompetisi haram, menolak dengan tegas pernyataan itu.

"Baiklah dibilang LSI Liga haram, tapikan pesertanya Halal. Terbalik dengan LPI yang tak jelas pesertanya bahkan sampai 24 tim," kata La Siya.

Senada dengan Tomi Mano, La Siya juga meminta kepada semua masyarakat Papua agar benar-benar memahami kalau Persipura melakukan hal yang terbaik. "
Kalau akhirnya PSSI sengaja menggagalkan hak Persipura tampil di Liga Champion Asia, itu adalah persekongkolan jahat yang sudah menyakiti hati kita semua orang Papua," keluhnya. [Republika]
Reade more >>